BINCANG LITERASI #32 UMRI: PRODUKTIF TANPA BURNOUT: CARA MAHASISWA BERPRESTASI MENGELOLA AKADEMIK, ORGANISASI, DAN KEHIDUPAN PRIBADI
Pekanbaru, Rabu (14/1/2026) — Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) kembali menyelenggarakan program Bincang Literasi #32 dengan tema “Produktif Tanpa Burnout: Cara Mahasiswa Berprestasi Mengelola Akademik, Organisasi, dan Kehidupan Pribadi”. Kegiatan yang berlangsung di Perpustakaan UMRI ini disambut dengan antusiasme tinggi, dihadiri oleh dosen serta mahasiswa dari berbagai program studi.
Acara secara resmi dibuka oleh Kepala Perpustakaan UMRI, Ibu Dwi Hastuti, S.E., M.M., Ak, yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya literasi informasi dan keseimbangan hidup mahasiswa dalam menghadapi tuntutan akademik dan nonakademik di era digital.
“Mahasiswa berprestasi bukan hanya yang unggul secara akademik, tetapi juga mampu mengelola waktu, mental, dan memanfaatkan sumber informasi secara cerdas dan bertanggung jawab,” ujar Dwi Hastuti.
Kegiatan ini menghadirkan empat mahasiswa berprestasi UMRI sebagai narasumber utama, yakni Aliya Nengsih, M. Ilmi Alfaridzi, Aghniya Naziefa, dan Fiki Firmansyah. Diskusi berlangsung interaktif melalui sesi berbagi pengalaman, kiat menjaga produktivitas tanpa kelelahan mental, serta cerita berkompetisi di tingkat regional hingga nasional.
Aliya Nengsih: Prestasi Akademik dan Taekwondo Mengantar Penghargaan Umrah
Aliya Nengsih, Mahasiswa Hubungan Masyarakat UMRI sekaligus Mahasiswa Berprestasi UMRI 2025 dan Juara 2 Pilmapres Wilayah LLDIKTI XVII, membagikan kisah inspiratif dalam menyeimbangkan akademik dan dunia nonakademik. Selain aktif di bidang komunikasi, Aliya juga dikenal sebagai atlet, pelatih, dan wasit Taekwondo Riau.
“Saya belajar bahwa prestasi tidak selalu datang dari satu bidang saja. Dunia nonakademik seperti olahraga justru membentuk mental juang dan manajemen emosi saya,” ungkap Aliya.
Atas dedikasi dan prestasinya, Aliya memperoleh penghargaan umrah dari UMRI, dan pada tahun ini ia merencanakan untuk memberangkatkan ibunya umrah dari hasil jerih payahnya di dunia taekwondo, sebuah kisah yang mendapat apresiasi luas dari peserta.
M. Ilmi Alfaridzi: Produktif di Riset, Literasi, dan Karya Tulis
Narasumber selanjutnya, M. Ilmi Alfaridzi, Mahasiswa Teknik Informatika UMRI dan Mahasiswa Berprestasi UMRI 2025, juga dikenal sebagai Juara 1 Nasional Pantun Berantai Rakernas APSI-PTMA 2025. Ilmi aktif dalam bidang riset, literasi, dan kewirausahaan digital.
Ia telah melakukan penelitian dan menerbitkan artikel ilmiah di jurnal, serta menulis buku-buku antologi puisi dan cerpen.
“Kunci agar tidak burnout adalah menyelaraskan apa yang kita cintai dengan apa yang kita kerjakan. Riset, menulis, dan literasi adalah ruang aktualisasi diri saya,” jelas Ilmi.
Aghniya Naziefa: Asisten Laboratorium dan Peneliti Muda
Aghniya Naziefa, mahasiswa Kimia UMRI, tampil sebagai representasi mahasiswa sains yang unggul di bidang penelitian. Ia merupakan Asisten Laboratorium Kimia UMRI, penerima pendanaan PKM-RE Kemendikbudristek, serta Juara 1 PIMTANAS 2025 kategori presentasi.
“Burnout bisa dihindari jika kita bekerja dengan tujuan yang jelas dan berada di lingkungan yang saling mendukung, terutama dalam dunia penelitian,” tutur Aghniya.
Ia mendorong mahasiswa untuk aktif terlibat dalam riset sejak dini sebagai bekal akademik dan profesional.
Fiki Firmansyah: Prestasi Qurani Sejak Usia Dini
Sementara itu, Fiki Firmansyah, mahasiswa UMRI yang dikenal sebagai qori berprestasi, membagikan perjalanan spiritualnya dalam mencintai Al-Qur’an sejak usia dini. Berbagai prestasi telah ia raih, mulai dari MTQ tingkat kota dan provinsi, hingga menjadi finalis MTQ Nasional dan ASEAN Malay 2025.
“Al-Qur’an menjadi pusat ketenangan saya. Dari sana saya belajar disiplin, ketekunan, dan keseimbangan hidup,” ujar Fiki.
Peran User Education: Penguatan Literasi Digital Perpustakaan
Kegiatan ini dimoderatori oleh Boy Syahril, S.I.Kom, serta dipandu oleh Kartika Puspita Sari, S.IP., M.A. selaku Pustakawan untuk User Education Perpustakaan UMRI. Dalam perannya, Kartika memperkenalkan layanan digitalisasi perpustakaan UMRI, termasuk aplikasi, website, basis data digital, serta cara penelusuran sumber informasi ilmiah dan penyusunan rujukan yang kredibel bagi mahasiswa.
Melalui sesi ini, mahasiswa dibekali pemahaman praktis mengenai pemanfaatan perpustakaan sebagai pusat literasi akademik dan riset.
Diskusi ditutup dengan sesi tanya jawab yang berlangsung aktif, menunjukkan tingginya minat mahasiswa terhadap pengelolaan prestasi, kesehatan mental, serta literasi informasi. Program Bincang Literasi #32 diharapkan terus menjadi ruang inspiratif bagi mahasiswa UMRI untuk berprestasi secara seimbang, produktif tanpa burnout, dan siap bersaing di berbagai bidang.