BINCANG LITERASI #34: “Antusias! Lebih dari 150 Sivitas Akademika UMRI Ikuti Bincang Literasi tentang Tata Cara Shalat yang Benar”

Pekanbaru, 06 Maret 2026 – Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) kembali menyelenggarakan kegiatan Bincang Literasi #34 dengan tema “Shalat sebagai Tiang Agama dalam Perspektif Al-Qur’an dan Hadis: Tata Cara Shalat”. Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat pagi mulai pukul 09.00 WIB di Perpustakaan UMRI ini diikuti oleh sekitar 150 peserta yang terdiri dari dosen, tenaga kependidikan (tendik), serta mahasiswa di lingkungan Universitas Muhammadiyah Riau.

Kegiatan ini menghadirkan Assoc. Prof. Dr. Baidarus, M.M., M.Ag, Wakil Rektor II UMRI, sebagai narasumber utama. Sementara itu, diskusi dipandu oleh Maria Aribeni, S.Si., M.Si yang bertindak sebagai moderator. Dalam pemaparannya, Dr. Baidarus menjelaskan bahwa shalat merupakan ibadah utama yang memiliki kedudukan sangat penting dalam Islam, bahkan disebut sebagai tiang agama yang menjadi fondasi dalam kehidupan seorang muslim.

Ia menegaskan bahwa pelaksanaan shalat tidak hanya sekadar menggugurkan kewajiban, tetapi harus dilaksanakan sesuai dengan tuntunan Al-Qur’an dan Hadis. Pemahaman mengenai rukun, syarat, serta bacaan dalam shalat menjadi hal yang sangat penting agar ibadah yang dilakukan dapat mencapai kekhusyukan dan kesempurnaan.

Suasana kegiatan berlangsung hangat dan interaktif. Antusiasme peserta terlihat jelas ketika sesi diskusi dibuka. Para peserta aktif mengajukan berbagai pertanyaan yang berkaitan dengan praktik shalat dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu peserta menanyakan mengenai kondisi makmum masbuk, yaitu makmum yang datang terlambat ketika imam sudah memulai shalat berjamaah. Dalam sesi diskusi tersebut, peserta mengajukan pertanyaan

“Bagaimana ketentuan bagi makmum masbuk yang datang ketika imam sudah berada pada rakaat tertentu? Apakah makmum tetap langsung mengikuti gerakan imam atau harus menunggu hingga posisi tertentu sebelum bergabung dalam shalat berjamaah?”

Pertanyaan lain juga muncul terkait fenomena bacaan shalat yang terlalu cepat dalam pelaksanaan shalat berjamaah. Salah seorang peserta bertanya.

 “Bagaimana hukumnya jika imam membaca bacaan shalat dengan sangat cepat sehingga makmum kesulitan mengikuti bacaan tersebut? Apakah hal ini dapat mempengaruhi kekhusyukan dan kesempurnaan shalat berjamaah?”

Menanggapi pertanyaan tersebut, Dr. Baidarus menjelaskan bahwa dalam kondisi makmum masbuk, seorang makmum dianjurkan untuk segera mengikuti imam dalam posisi apa pun yang sedang dilakukan oleh imam, baik dalam keadaan berdiri, rukuk, sujud, maupun duduk. Setelah imam mengucapkan salam, makmum kemudian melanjutkan rakaat yang belum sempat diikuti hingga jumlah rakaatnya sempurna.

Sementara itu, terkait bacaan shalat yang terlalu cepat, ia menegaskan bahwa shalat seharusnya dilaksanakan dengan tuma’ninah, yaitu ketenangan pada setiap gerakan dan bacaan. Hal ini penting agar bacaan shalat dapat dipahami dengan baik serta memberikan kesempatan bagi makmum untuk mengikuti gerakan imam secara sempurna.

Diskusi yang berlangsung aktif tersebut menunjukkan tingginya minat sivitas akademika UMRI dalam memperdalam pemahaman tentang ibadah shalat. Para peserta tampak antusias memanfaatkan kesempatan ini untuk berdialog langsung dengan narasumber mengenai berbagai persoalan yang sering dijumpai dalam praktik ibadah sehari-hari.

Melalui kegiatan Bincang Literasi #34, Perpustakaan UMRI terus berkomitmen menghadirkan ruang literasi yang tidak hanya berfokus pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga pada penguatan nilai-nilai keislaman di lingkungan kampus. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai ibadah shalat sekaligus memperkuat spiritualitas sivitas akademika Universitas Muhammadiyah Riau.

Share this Post