Perpustakaan UMRI Gelar Bincang Literasi Bertema "Sosial Media dan Jerat Love Scam"

Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) kembali menghadirkan ruang diskusi yang inspiratif melalui kegiatan Bincang Literasi dengan mengangkat tema "Sosial Media dan Jerat Love Scam". Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (16/7/2026) ini menghadirkan Jayus, S.Sos., M.I.Kom, selaku Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Riau, sebagai narasumber. Jalannya diskusi dipandu oleh Refnil Dalita, S.Pd. selaku moderator yang mampu menghidupkan suasana melalui sesi tanya jawab dan diskusi yang interaktif.

Bincang Literasi dengan tema "Sosial Media dan Jerat Love Scam" telah berlangsung dengan lancar dan dihadiri oleh lebih dari 100 peserta, yang terdiri atas dosen, mahasiswa, pustakawan, dan masyarakat umum. Melalui pemaparan materi yang disampaikan oleh narasumber, peserta memperoleh wawasan mengenai maraknya modus love scam di media sosial, mulai dari cara pelaku membangun kedekatan emosional dengan korban, mengenali ciri-ciri penipuan, hingga langkah-langkah pencegahan agar tidak terjebak menjadi korban kejahatan digital.

Dalam pemaparannya, Jayus menjelaskan bahwa perkembangan teknologi komunikasi dan media sosial telah memberikan banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari. Namun, di balik kemudahan tersebut, terdapat berbagai ancaman kejahatan digital yang perlu diwaspadai, salah satunya adalah love scam, yaitu modus penipuan yang memanfaatkan hubungan emosional untuk memperoleh keuntungan dari korbannya.

"Media sosial bukan hanya menjadi ruang untuk berkomunikasi, tetapi juga menjadi arena yang dimanfaatkan pelaku kejahatan digital. Karena itu, literasi digital harus dibarengi dengan literasi emosional. Jangan mudah percaya kepada orang yang baru dikenal di dunia maya, apalagi jika sudah mulai meminta uang, data pribadi, atau menjanjikan sesuatu yang terlalu indah untuk dipercaya," ujar narasumber.

Beliau juga mengajak seluruh peserta untuk lebih kritis dalam menyaring informasi, menjaga privasi akun media sosial, serta selalu melakukan verifikasi terhadap identitas seseorang sebelum menjalin hubungan lebih jauh di dunia digital.

Salah satu rangkaian acara yang paling berkesan adalah sharing session yang berlangsung secara interaktif. Pada sesi ini, para dosen bersama peserta saling berbagi pengalaman, pandangan, serta berdiskusi mengenai fenomena love scam yang kini semakin marak terjadi di tengah pesatnya perkembangan media sosial. Diskusi yang berlangsung hangat tersebut tidak hanya memperkaya wawasan peserta, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya meningkatkan literasi digital, berpikir kritis, serta lebih berhati-hati dalam menjalin komunikasi dan hubungan dengan orang yang dikenal melalui dunia maya.

Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan selama sesi diskusi. Beragam pengalaman dan pandangan yang disampaikan semakin memperkaya pembahasan, sekaligus menunjukkan tingginya kepedulian peserta terhadap isu keamanan digital yang saat ini menjadi perhatian bersama.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, peserta mengikuti sesi User Education yang disampaikan oleh Kartika Puspita Sari, S.IP., M.A. Pada sesi ini, peserta diperkenalkan dengan berbagai layanan, fasilitas, koleksi, serta pemanfaatan sumber informasi digital yang tersedia di Perpustakaan UMRI. Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai tata cara mengakses katalog daring, koleksi digital, layanan referensi, serta berbagai fasilitas perpustakaan yang dapat mendukung kegiatan pembelajaran, penelitian, dan pengembangan literasi informasi di lingkungan kampus. Sesi User Education ini menjadi bagian penting dalam mendorong sivitas akademika agar mampu memanfaatkan perpustakaan secara optimal sebagai pusat belajar, riset, dan pengembangan ilmu pengetahuan.

Melalui kegiatan Bincang Literasi ini, Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) kembali menegaskan komitmennya sebagai pusat literasi dan edukasi yang aktif menghadirkan program-program yang relevan dengan perkembangan zaman. Diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akademik untuk lebih bijak dalam bermedia sosial, mampu mengenali berbagai modus love scam, serta mengoptimalkan pemanfaatan layanan perpustakaan sebagai sumber informasi yang terpercaya dalam mendukung budaya literasi dan pembelajaran sepanjang hayat.

Share this Post